Puji Syukur dan Perjanjian yang Memerdekakan.
Sejak dilahirkan ke dunia, sejatinya manusia adalah makhluk yang merdeka. Manusia dikaruniai akal budi untuk berpikir sebelum bertindak. Juga diberi hati atau perasaan untuk mengasihi sebelum menghakimi. Jika hidup di dunia adalah sebuah peziarahan, maka sebagai entitas yang merdeka, manusia memiliki kebebasan untuk memilih jalan hidup peziarahannya. Berangkat dari perenungan tersebut, saya mulai berpikir tentang jalan hidup. Sepanjang kehidupan saya selama 33 tahun ini, saya tidak dapat mengingat apakah saya pernah mengambil keputusan besar terkait jalan hidup. Kelahiran, pendidikan, pekerjaan dan pernikahan yang sudah saya jalani selama ini, apakah sudah saya pilih dengan melibatkan akal budi dan perasaan? Demi menjawabnya, saya harus meneliti batin dan jujur pada diri sendiri.
Komentar
Posting Komentar